Obati Rematik dengan obat herbal alami

Posted: 10 Februari 2009 in Kesehatan
Tag:

Anda mengalami rematik? Sudah mencoba berbagai macam obat rematik dan belum berhasil? Mungkin ada baiknya Anda mencoba ramuan herbal untuk menangkal rematik. Namun, sebelum membahas mengenai 5 herbal penangkal rematik, kita belajar dulu mengenai apa yang dimaksud dengan rematik artritis.

Rematik, tanpa artritis, adalah penyebab rasa sakit pada otot dan jaringan ikat, tapi tidak sampai mempengaruhi persendian. Akan tetapi kalau gejalanya telah mempengaruhi satu atau beberapa persendian, biasanya dijuluki artritis. Nah apabila hal tersebut telah berlangsung lama, barulah dinamakan rematik artritis.

Professor V. Wright dalam arthritis and joint replacement (1987) menyebut rematik artritis sebagai penyakit yang lazim menyerang persendian kaki dan tangan, terutama pada ruas-ruas jari dan persendian kaki jari, tangan, lutut, tumit, dan leher. Dalam jangka waktu lama, peradangan tersebut bisa mengakibatkan kerusakan persendian yang pada akhirnya bisa membawa kelumpuhan atau cacat.

Rematik artritis lebih sering menyerang persendian penopang badan, seperti pinggul, lutut, dan tulang belakang. Awalnya, penyakit ini nyaris tanpa gejala. Umumnya penderita hanya merasakan tidak enak badan dan nafsu makan berkurang. Asam urat yang berlebih dalam darah juga berpotensi memicu gangguan rematik, ini seringkali dialami mereka yang berusia diatas 40 tahun.

Pada usia 40 tahun lebih, asam urat yang berlebih akan mengkristal pada persendian dan pembuluh kapiler dekat persendian. Akibatnya saat persendian digerakkan terjadi gesekan antar kristal sehingga menimbulkan rasa nyeri. Bila telah kronis, penumpukan akan menyebabkan cairan getah bening yang bertugas sebagai pelumas tidak berfungsi. Akibatnya, persendian sama sekali tidak dapat digerakkan.

Masalahnya, asam urat sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh. Selain itu, meningkatnya asam urat juga bisa disebabkan oleh faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi. Khususnya makanan yang berkadar karbohidrat dan protein tinggi seperti kacang-kacangan, emping mlinjo, daging khususnya jeroan, ikan, dan coklat. Juga minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan gula.

Bagaimana pengobatan rematik secara medis? pencegahan secara medis terhadap rematik artritis belum banyak dilakukan. Umumnya dokter hanya akan memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit, seperti parasetamol, aspirin, dan kodein.

Penggunaan Herbal untuk Mengatasi Rematik Artritis

Berdasarkan penelitian yang terdapat pada jurnal Agriculture Food Chemical, ditemukan senyawa-senyawa kimia yang dapat mencegah bahkan menyembuhkan rematik artritis. Senyawa tersebut adalah fenol yang bersifat antibakteri, anti radang dan aktif dapat menghilangkan rasa sakit setempat. Dan juga senyawa flavanoid yang bersifat antioksidan, yang dipercaya dapat menghambat pembentukan asam urat.

Senyawa-senyawa itulah yang menjadi kelebihan 5 herbal yang kita bahas untuk melawan rematik. Apa saja 5 herbal tersebut?

1. Cakar kucing (Acalypha indica)

Cakar kucing termasuk tumbuhan obat dari family jarak-jarakan. Nama lainnya adalah lelatang atau rumput kekosongan. Sebagai herba semusim, cakar kucing tumbuh tegak dengan tinggi30-50 cm, bercabang dengan garis memanjang.

Tumbuhan ini memiliki ciri daunnya berselang bentuk bulat lonjong sampai lancip, tepinya bergerigi, dengan panjang 2,5 cm – 8 cm, lebar 1,5 cm – 3,5 cm. Daun tumbuhan ini, di Indonesia biasanya digunakan untuk obat luka, bisul, dan bengkak.

Cara pemakaian cakar kucing bisa ditumbuk halus dan dicampur minyak kelapa, kapur, dan garam sebagai obat urut untuk rematik artritis.

2. Kumis Kucing (Orthosipon Aristatus)

Tumbuhan ini merupakan salah satu tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat batu ginjal, radang saluran yang berhubungan dengan ginjal, radang selaput lendir kantung kemih, dan rematik akibat asam urat.

Dalam Journal Etnopaharmacology (1992) menyebutkan bahwa daun kumis kucing mengandung mineral 12% dengan kadar kalium mencapai 600-700 mg/100g daun segar, lalu terdapat 0,2% kelompok flavanoid lipophilic, termasuk sinensetin, flanonol glycoside, inositol, fitosterol dan saponin.

Hasil uji coba teh kumis kucing juga menunjukkan adanya bahan antimikroba, yang mencegah penimbunan cairan dan gas berat dalam rongga perut. Teh kumis kucing juga bisa menambah pengeluaran getah empedu oleh hati dan memperlancar aliran empedu.

3. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Tumbuhan ini sudah tidak asing lagi di masyarakat kita karena telah banyak digunakan diantaranya untuk mengobati penyakit hepatitis, batu empedu, dan gangguan penyakit perut.

Claeson dalam Planta Medica menyebut temulawak ini mengandung minyak terbang sekitar 3,8% dengan senyawa arcurcumene, xanthorrizol, dan germacrene. Senyawa fenolic sesquiterpene xanthorrizol ditemukan pada temulawak jenis khusus.

Rimpang temulawak mengandung senyawa curcuminoids yang bisa berfungsi sebagai antioksidan, antiradang, melarutkan protein, menurunkan tingkat triglyceride darah pada diabetes, serta senyawa curcumin yang meyebabkan padatnya kadar kelenjar empedu.

4. Jahe (Zingiber Officinale)

Tumbuhan ini juga mengandung senyawa kelompok fenol sehingga memiliki khasiat sebagai obat. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Leung dan Foster, Encyclopedia of common natural ingridient use in foods, drugs, and cosmetics menyebutkan bahwa rimpang jahe dapat mencegah infeksi pada luka, antiradang rematik artritis, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menurunkan tekanan darah, dan antitumor.

5. Sereh (Cymbopogon citratus)

Bonggol sereh ini banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan minuman. Anda yang bertempat tinggal di tanah Pasundan, pasti mengenal minuman yang disebut bandrek yang terbuat dari bonggol sereh.

Dalam pengobatan tradisional, bonggol sereh sering digunakan sebagai obat yang berhubungan dengan usus. Sedangkan untuk pengobatan rematik biasanya dari minyak yang dihasilkan dari tumbuhan tersebut.

Cara pemakaian 5 herbal tersebut untuk Obat rematik adalah sebagai berikut

1. Ambil seluruh bagian tanaman cakar kucing sebanyak sekitar 40 gram segar atau 10 gram kering,
2. Ambil daun kumis kucing sekitar 90 gram segar atau 30 gram kering
3. Siapkan rimpang jahe sebesar satu jempol, lalu tumbuk atau diparut
4. Siapkan rimpang temulawak sebesar satu jempol, lalu tumbuk atau diparut
5. Siapkan 2 batang bonggol sereh
6. Rebus semua herbal diatas dalam sebuah kendi yang berisi 1 liter air.
7. Rebus hingga mendidih
8. Hasil rebusannya diminum 2 hari sekali.

Komentar
  1. rezhadf mengatakan:

    setiap obat pasti ada efek sampingnya bahkan obat herbal sekalipun…
    namun oban herbal mempunyai efek samping negatif lebih kecil ketimbang yang kimiami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s